This poetry is dedicated to my sister, Mita

I know it sounds cheesy or whatever. But, I don’t care anyway.

This simple poetry makes me read over and over again. I don’t know why.

And written by : Jessica Huwae

Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim

Hari mulai hujan terus

Didahului dengan langit hitam kelam

Ada sedikit rasa takut

Sendirian

Kesepian

Kemudian turunlah hujan

Manusia dengan segala kegagahannya

Jadi tidak berarti apa-apa di saat hujan

Hanya bisa diam

Mungkin merenung

Banyak memori yang tiba-tiba keluar berloncatan di saat hujan

Sejuta kenangan yang tanpa permisi memenuhi isi kepala

Perasaan-perasaan yang didapat hanya pada saat hujan turun

Hujan deras

Ada yang memilih mencermati

Mengagumi

Membiarkan diri beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia

Ada juga yang marah-marah karena merasa aktivitas berhenti

Terputus dari sesuatu yang disebut peradaban

Sebagian merasa takut

Merasa hujan seperti badai yang mengempas seluruh hidupnya

Kadang seseorang merasakan ketiganya

Tapi sore ini

Entah mengapa hujan jadi punya makna

Selalu ada pelangi setelah hujan

Awan selalu kembali cerah

Anak kecil

Tukang jualan

Sampai para pekerja kembali memenuhi jalan

Hujan ternyata bukan untuk selamanya

Kadang memang panjang

Kadang teramat panjang

Tapi semua kembali normal

Masih ada kehidupan setelah hujan

Masalah itu ibarat hujan

Betapapun berat

Betapapun sakit

Menyesakkan

Membuat mual

Dan ingin muntah

Suatu hari

Pasti akan berakhir

Bersabar menunggu

Mungkin merenung sambil menanti hujan usai

Tidak perlu menerobos derasnya

Membiarkan diri bertambah sakit

Atau menjadi basah kuyup

Sedikit lagi…

Matahari akan bersinar

Sedikit lagi…

Keceriaan akan kembali mengisi hari

Sedikit lagi…

FAVORITE QUOTES

Katherine Pierce 

1,562 notes